Selasa, 06 Oktober 2015

BAHAYA JAJANAN DI SEKITR KITA



  BAHAYA JAJANAN DI SEKITAR KITA


A.    Bahaya Jajan Sembarangan
Siapa sih yang nggak suka jajan? Jajan menjadi suatu kebiasaan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat. Jajan berfungsi mengganjal perut di antara waktu jam makan utama atau selingan, meskipun tidak jarang sebagian dari kita jajan hanya karena ”lapar mata”.

Apa pun alasannya, kebiasaan jajan masyarakat kita merupakan suatu potensi pasar dan telah mendorong banyak orang untuk menjajakan jajanan sebagai bagian dari mata pencaharian, mulai dari restoran/kafe bintang lima, hingga pedagang kaki lima dan pedagang keliling. Jajanan yang dijajakan pun sangat beragam, mulai dari jajanan pasar seperti kue-kue kecil tradisional, martabak, baso tahu, bakso, cilok, cimol, gorengan, kripik, hingga jajanan ala “negeri orang”, seperti hamburger atau hotdog. Kebiasaan mengkonsumsi jajanan sebagai makanan selingan, tanpa jajanan, makanan pokok hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi harian sebesar 70–90 persen.Agar kebutuhan harian menjadi sempurna, 10–30 persen sisanya dapat dipenuhi oleh makanan selingan atau jajanan. Mengkonsumsi jajanan di antara waktu jam makan utama juga dapat menjaga lambung tetap terisi sehingga bisa mencegah nyeri lambung akibat lambung kosong.
Di sisi lain, kebiasaan jajan juga bisa menjadi sesuatu yang negatif, ketika kita mengkonsumsi jajanan tanpa mempedulikan faktor kebersihan, kandungan gizi, proses pengolahan dan cara penyajiannya. Kebiasaan seperti ini populer dengan istilah jajan sembarangan.Setidaknya ada dua alasan yang mendorong seseorang jajan sembarangan. Pertama, karena praktis dan paling cepat didapat. Bayangkan ketika kita sedang bekerja, tiba-tiba perut kita ”bernyanyi”. Di tengah kesibukan seperti itu tentu saja kita akan mencari makanan yang paling cepat bisa kita dapatkan tanpa pikir panjang.Kedua, karena murah. Faktor kedua berkaitan erat dengan kondisi “kocek”. Kita tak ingin menghabiskan banyak uang untuk makanan selingan sehingga yang penting adalah harganya murah dan enak di lidah. Hal lainnya menjadi nomor dua.


B.     Zat Yang Terkandung Dalam Jajanan Sembarangan
1.      Zat Warna Tekstil
Coba anda lihat makanan yang penuh dengan warna. Seperti jajanan es cendol berwarna hijau. Atau agar-agar pada es campur, terlebih lagi anak-anak sangat menyukai yang namanya warna mencolok. Hal ini di manfaatkan pedagang untuk membuat makanan yang meriah penuh warna. Yang menarik perhatian anak-anak, sehingga banyak anak yang membelinya. Sebenarnya hal ini sah-sah saja, akan tetapi ketika pedagang ingin menambah pewarna makanan ke dalam dagangannya. Ada sebagian pedagang yang jujur , ada juga sebagian pedagang yang ingin untung besar dengan memberi zat pewarna tekstil pada makanan tersebut. Yang jelas-jelas bahan zat warna tekstil sangat dilarang keras digunakan untuk makanan. Karena akan berakibat buruk pada tubuh manusia. Dan ini adalah salah satu dari bahaya makanan yang sering terdapat pada jajanan sembarangan.

2.      Bahaya Cacing
Cacing yang saya maksud bukan cacing yang sering kita lihat ditanah. Tapi cacing yang tidak bisa kita lihat dengan menggunakan mata telanjang. Menularnya caicng ini bisa dengan berbagai macam kemungkinan. Contoh hal kecil saja, misalkan ada seorang anak yang ingin jajan. Anak tersebut setelah BAB tidak cuci tangan. Dan dia langsung memberikan uang dengan tangan yang belum di cuci itu. Lalu pedagang yang tidak tau langsung mengambil uang tersebut.

Dan menyajikan dagangan kepada anak itu dengan tangan bekas mengambil duit dari anak tadi. Telur cacing juga dapat pula dibawa oleh jemari penjajan makanan (gado-gado, rujak, buah dingin, karedok, ketoprak) bila penjajan makanan (food handle) mengidap penyakit cacing.
Sehabis penjaja makanan buang air besar dan tidak membasuh tangan dulu tetapi langsung menyajikan makanan, telur cacing di kuku jemarinya akan mencemari makanan jajanannya.Di sela-sela kuku jemari tangan telur cacing mengendon dan pindah ke makanan jajanan. Cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk, jenis-jenis cacing yang lazim ditularkan dari makanan jajanan.
Pada anak sekolah, cacingan bisa berakibat kekurangan darah (anemia). Baru-baru ini diberitakan bahwa lebih separuh anak sekolah dasar (sampel sebuah yayasan LSM) menderita anemia. Besar kemungkinan, selain sanitasi yang buruk, penyebabnya bersumber dari jajanan harian yang tercemar cacing perut.

3.      Bahan-Bahan Berbahaya
Sudah saat nya kita memperhatikan apa yang disajikan oleh pedagang kepada kita. Kita bisa menelusuri apa saja bahan yang digunakan dan dari mana pedagang tersebut mendapatkannya, sehatkah bahan yang digunakan pedagang tersebut ? tapi sudah pasti kita tidak bisa melakukan hal tersebut. Satu-satu nya hal yang paling aman adalah jajan di tempat yang sudah terjamin.
Meskipun begitu, saya akan memberitahu kalian beberapa bahan yang di anggap berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
a.  Pemanis Buatan
Sering juga kita menemukan makanan yang manis tapi murah. Atau juga minuman yang manis tapi murah. Dijaman gula yang harganya mahal ini, mana mungkin ada makanan manis yang murah. Jadi waspada lah terhadap makanan seperti ini. Apalagi anak-anak anda suka yang manis-manis. Terkadang anak-anak langsung terkena batuk ketika mengkonsumsi makanan dengan pemanis buatan. Pemanis buatan juga berbeda dengan gula asli. Pemanis buatan terasa sedikit pahit ketika terakhir di mulut. Akan tetapi pedagang kini mengakalinya dengan mencampur gula dan pemanis buatan.
b.  Penyedap Buatan
Bahan yang satu ini, sering kita temui di tempat jajanan makanan. Seperti bakso, mie ayam. Tidak canggung lagi biasanya penyedap makanan di letakkan di atas meja dengan bungkusnya atau dengan wadah yang bisa langsung di taburkan ke makanan. Padahal penyedap makanan (Vexsin) ini hanya boleh digunakan sedikit. Akan tetapi sekarang semakin banyak penyedap maka akan semakin laris dagangan meraka. Kebanyakan mengkonsumsi penyedap makanan dapat meyebabkan penyakit Amandel. Betapa banyaknya bahaya makanan yang sering kita makan.

c.  Formalin
Formalin adalah bahan untuk mengawetkan mayat. Tapi akhir-akhir ini digunakan pedagang untuk mengawetkan dagangan mereka. Seperti pada jajanan bakso atau lainnya. Jadi jika dagangan mereka sedang sepi, makanan tersebut masih bisa di jual besok harinya karena pengaruh dari formalin tadi.
d.  Minyak Goreng Bekas
Minyak goreng sebenarnya hanya boleh digunakan sekali saja. Ketika sudah dipakai minyak goreng tidak digunakan lagi, sebab akan menyebabkan bahaya makanan. Seperti di restoran2 besar, mereka hanya menggunakan minyak goreng satu kali. Setelah itu mereka buang, tapi akhir2 ini ada yang menjual minyak goreng dari restoran yang sudah dipakai ke pedagang2 kecil. Jika kita lihat memang kondisi nya masih bagus. Mungkin kita juga sering menggunakan minyak goreng dirumah beberapa kali untuk menggoreng makanan.
Disinyalir, kebanyakan jajanan gorengan pinggir jalan juga menggunakan minyak goreng bekas, kalau minyak goreng yang sudah dioploas dengan minyak lain yang lebih murah. Minyak goreng oplosan ini yang diduga membahayakan kesehatan.

C.    Akibat Jajan Sembarangan
Bahaya makanan jajanan sekolah dan makanan umum lainnya bisa muncul untuk jangka pendek, bisa juga pada jangka panjang.
Jangka pendek, terjadi keracunan makanan sebab tercemar mikroorganisme, parasit, atau bahan racun kimiawi (pestisida). Muntah dan diare sehabis mengonsumsi jajanan paling sering ditemukan.
Bahaya jangka panjang jajanan yang tidak menyehatkan apabila bahan tambahan dalam makanan-minuman bersifat pemantik kanker, selain kemungkinan gangguan kesehatan lainnya.
Banyak yang mengira diare sering dialami anak kecil karena mereka tidak menjaga kebersihan dengan baik. Tetapi diare bisa menyerang siapa saja, terutama untuk mereka yang sering jajan sembarangan.
Selain diare, terdapat gangguan kesehatan lainnya karena jajanan sembarangan, seperti kanker, keracunan, yang disebabkan kandungan bahan makanan jajan sembarangan.

D.    Mencegah Perilaku Jajanan Sembarangan
Zat berbahaya yang dalam jangka waktu tertentu menimbulkan kerusakan pada ginjal dan gangguan pertumbuhan serta perkembangan anak. Beberapa hal berikut ini mencegah perilaku jajanan sembarangan:
·         Memberi Pemahaman Soal Makanan Higienis, Aman dan Sehat
Memberi pemahaman soal kualitas makanan yang sehat dan aman dikonsumsi kepada anak sangat penting. Pembelajaran soal ini selain di sekolah, harus ditanamkan di lingkungan keluarga. Apalagi seorang anak kecil cenderung dekat dengan orang tuanya. Hal-hal sederhana terkait makanan sehat, misalnya makanan harus dalam kondisi tertutup, bebas debu dan lalat harus ditekankan. Mengingat kondisi jajanan biasanya ada di pinggir jalan, sehingga sangat rentan debu, asap kendaraan, dihinggapi lalat dan lain-lain. Beri pengertian jika makanan kotor karena debu akan berefek penyakit.
Anjurkan jika terpaksa membeli makanan, pilih yang benar-benar kondisinya sehat. Misalnya makanan harus tertutup dengan baik. Pilih makanan yang memang dalam kondisi terbungkus, misalnya roti (terbungkus plastik) maupun makanan terbungkus semacamnya. Makanan bebas dari bahan pengawet dan bahan pewarna seperti bahan formalin, borak dan lain-lain, secara kasat mata memang susah dibedakan. Untuk amannya perlu dianjurkan ke anak untuk memilih lokasi penjual yang memadai. Meski belum tentu aman, namun paling tidak cenderung lebih terjamin.
·         Memberi Pemahaman Efek Penyakit karena Jajan Sembarangan
Berkaitan dengan pemahaman makanan higienis di atas, perlu diberikan penjelasan soal dampak dari mengkonsumsi makanan tak sehat. Jelaskan kepada anak akan bahaya dari jajanan yang tidak bersih. Gambarkan dengan menggunakan contoh yang mudah.
Misalnya lalat dikenal sebagai hewan membawa kotoran (karena sering hinggap di tempat kotor), tempat yang kotor seperti tempat sampah, rentan tempat berkembang biak bakteri penyakit. Jika lalat hinggap pada tempat kotor akan ‘mengangkut’ bakteri ke makanan. Bakteri itu membawa beragam penyakit seperti diare, muntaber, sembelit dan lain-lain.
Bisa juga diberikan contoh, anak yang sedang sakit perut setelah mengkonsumsi jajanan tak sehat. Penjelasan orangtua yang masuk akal, akan membuat anak bisa memiliki pemahaman, untuk nantinya menjadi dasar pilihan putusan untuk tetap jajan atau tidak.
Jelaskan juga soal bahaya mengkonsumsi makanan berbahan pengawet dan bahan pewarna seperti bahan formalin dan borak. Kedua bahan ini dapat menyebabkan penyakit mematikan, misalnya kanker. Formalin biasa ditemukan di makanan mie basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya. Sementara boraks biasa ditemukan pada masakan mie basah, baso, kerupuk, cilok dan jajanan lainnya.
·         Kondisikan Pola Makan Anak yang Teratur dan Tertib
Memberikan pengawasan dan perhatian soal disiplin jam makan anak sangat perlu, agar dapat mengurangi keinginan jajan. Mulai dari sarapan yang mencukupi di pagi hari, makan siang, dan makan malam. Khusus untuk makan siang, untuk anak yang pulang sekolah lewat jam makan siang, tentu berbeda waktunya. Salah satunya adalah anak jajan di masa istirahat sekolah.
Jika sekolah memiliki kantin yang sehat (biasa dikelola pihak sekolah) tentu lebih mudah. Sementara untuk sekolah yang tidak menyediakan kantin khusus, anak lebih dipercayakan untuk jajan sesuai pengarahan orangtua soal makanan sehat dan aman.
Pilihan lain, adalah anak diberikan bekal menu masakan dari rumah. Tentunya orangtua bisa mengontrol kualitas kesehatan masakan. Selepas pulang sekolah anak dibiasakan makan siang di rumah. Dengan pengawasan yang baik, keinginan jajan dapat dikurangi. Untuk makan malam, orangtua bisa sesekali mengajak makan di luar yang tentunya pilihan tempat makan sehat. Ini bisa memenuhi keinginan anak yang ingin variasi makanan, dan tidak jajan sendiri tanpa kontrol.
·         Bawakan Bekal Makanan yang Terkontrol Kualitasnya
Memberikan bekal kepada anak, membantu mencegah anak untuk jajan, sekaligus membantu orangtua mengontrol asupan makanan buah hatinya. Tentunya orangtua harus pandai-pandai memberikan menu yang tidak membosankan. Bikin menu sedemikian rupa. Kebiasaan membawa bekal akan mengajarkan anak selektif saat memilih jajanan. Edukasi ini akan menjadi bagian dari kebiasaan hingga anak dewasa kelak.
Banyak yang bisa dilakukan orangtua untuk menjaga buah hati dari ancaman makanan yang berbahaya karena jajan sembarangan. Kita bisa mencegahnya, selama mempunyai kepedulian dan mau berusaha. Patut diwaspadai bahaya dalam kandungan makanan jajanan, seiring maraknya makanan berformalin, boraks dan lain-lain. Kepedulian orangtua akan ‘menyelamatkan’ buah hati untuk selama hidupnya.

REFERENSI :   
http://doktersehat.com/bahaya-makanan-jajanan-di-sekitar-
kita/#ixzz2u9IxqALk
                        http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/837
                        http://www.poltekkes-malang.ac.id/artikel-165-benarkah-jajan-itu-perlu.html
 


Senin, 05 Oktober 2015

METODE PENGAWETAN TANAH

Post Terkait Geografi

Metode Pengawetan Tanah


Metode pengawet tanah pada umumnya dilakukan untuk:
1. Melindungi tanah dari curahan langsung air hujan.
2. Meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah.
3. Mengurangi run off (aliran air di permukaan tanah).
4. Meningkatkan stabilitas agregat tanah

Beberapa metode pengawetan tanah dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Metode Vegetatif
Metode vegetatif adalah metode pengawetan tanah dengan cara menanam vegetasi (tumbuhan) pada lahan yang dilestarikan. Metode ini sangat efektif dalam pengontrolan erosi. Ada beberapa cara mengawetkan tanah melalui metode vegetatif antara lain:
a. Penghijauan, yaitu penanaman kembali hutan-hutan gundul dengan jenis tanaman tahunan seperti akasia, angsana, flamboyant. Fungsinya untuk mencegah erosi, mempertahankan kesuburan tanah, dan menyerap debu/ kotoran di udara lapisan bawah.
b. Reboisasi, yaitu penanaman kembali hutan gundul dengan jenis tanaman keras seperti pinus, jati, rasamala, cemara. Fungsinya untuk menahan erosi dan diambil kayunya.
c. Penanaman secara kontur (contour strip cropping), yaitu menanami lahan searah dengan garis kontur. Fungsinya untuk menghambat kecepatan aliran air dan memperbesar resapan air ke dalam tanah. Cara ini sangat cocok dilakukan pada lahan dengan kemiringan 3 – 8% 
d. Penanaman tumbuhan penutup tanah (buffering), yaitu menanam lahan dengan tumbuhan keras seperti pinus, jati, cemara. Fungsinya untuk menghambat penghancuran tanah permukaan oleh air hujan, memperlambat erosi dan memperkaya bahan organik tanah.
e. Penanaman tanaman secara berbaris (strip cropping), yaitu melakukan penanaman berbagai jenis tanaman secara berbaris (larikan). Penanaman berbaris tegak lurus terhadap arah aliran air atau arah angin. Pada daerah yang hampir datar jarak tanaman diperbesar, pada kemiringan lebih dari 8% jarak tanaman dirapatkan. Fungsinya untuk mengurangi kecepatan erosi dan mempertahankan kesuburan tanah.
f. Pergiliran tanaman (croprotation), yaitu penanaman tanaman secara bergantian (bergilir) dalam satu lahan. Jenis tanamannya disesuaikan dengan musim. Fungsinya untuk menjaga agar kesuburan tanah tidak berkurang.

2. Metode Mekanik/Teknik
Metode mekanik adalah metode mengawetkan tanah melalui teknik-teknik pengolahan tanah yang dapat memperlambat aliran permukaan (run off), menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan tidak merusak.
Beberapa cara yang umum dilakukan pada metode mekanik antara lain:
a. Pengolahan tanah menurut garis kontur (contour village), yaitu pengolahan tanah sejajar garis kontur. Fungsinya untuk menghambat aliran air, dan memperbesar resapan air.
b. Pembuatan tanggul/guludan/pematang bersaluran, yaitu dalam pembuatan tanggul sejajar dengan kontur. Fungsinya agar air hujan dapat tertampung dan meresap ke dalam tanah. Pada tanggul dapat ditanami palawija.
c. Pembuatan teras (terrassering), yaitu membuat teras-teras (tangga-tangga) pada lahan miring dengan lereng yang panjang. Fungsinya untuk memperpendek panjang lereng, memperbesar resapan air dan mengurangi erosi.
d. Pembuatan saluran air (drainase). Saluran pelepasan air ini dibuat untuk memotong lereng panjang menjadi lereng yang pendek, sehingga aliran dapat diperlambat dan mengatur aliran air sampai ke sungai.
Metode pengawetan tanah akan sangat efektif apabila metode mekanik
dikombinasikan dengan metode vegetatif misalnya terrassering dan buffering.

3. Metode Kimia
Metode kimia dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki Sruktur tanah, yaitu meningkatkan kemantapan agregat (struktur tanah). Tanah
dengan struktur yang mantap tidak mudah hancur oleh pukulan air hujan ehingga air infiltrasi tetap besar dan aliran air permukaan (run off) tetap kecil.Pegunaan bahan kimia untuk pengawetan tanah belum banyak dilakukan,walaupun cukup efektif tetapi biayanya mahal. Pada saat sekarang ini umumnyamasih dalam tingkat percobaan-percobaan.
Beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan untuk tujuan ini antara lainBitumen dan Krilium. Emulsi dari bahan kimia tersebut dicampur dengan air,misalnya dengan perbandingan 1:3, kemudian dicampur dengan tanah.

EROSI

Post Terkait Geografi


EROSI DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA


PENGERTIAN
Erosi adalah suatu proses penghancuran tanah (detached) dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angina, gletser atau gravitasi.
Di Indonesia erosi yang terpenting adalah disebabkan oleh air.






Jenis-jenis Erosi oleh Air

1 Pelarutan
Tanah kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering ditemukan sungai-sungai di bawah tanah.
2. Erosi percikan (splash erosion)
Curah hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melemparkan butir-butir tanah sampai setinggi 1 meter ke udara. Di daerah yang berlereng, tanah yang terlempar tersebut umumnya jatuh ke lereng di bawahnya.
3. Erosi lembar (sheet erosion)
Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar (lapis demi lapis) mulai dari lapisan yang paling atas. Erosi ini sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisanlapisan tanah seragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
4. Erosi alur (rill erosion)
Dimulai dengan genangan-genangan kecil setempat-setempat di suatu lereng, maka bila air dalam genangan itu mengalir, terbentuklah alur-alur bekas aliran air tersebut. Alur-alur itu mudah dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.
5. Erosi gully (gully erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut di atas. Karena alur yang terus menerus digerus oleh aliran air terutama di daerah-daerah yang banyak hujan, maka alur-alur tersebut menjadi dalam dan lebar dengan aliran air yang lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapat hilang dengan pengolahan tanah biasa.
6. Erosi parit (channel erosion)
Parit-parit yang besar sering masih terus mengalir lama setelah hujan berhenti. Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau dinding-dinding tebing parit di bawah permukaan air, sehingga tebing diatasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya gejala meander dari alirannya dapat meningkatkan pengikisan
tebing di tempat-tempat tertentu.
7. Longsor
Tanah longsor terjadi karena gaya gravitasi. Biasanya karena tanah di bagian bawah tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukar ketembus air) seperti batuan liat. Dalam musim hujan tanah diatasnya menjadi jenuh air sehingga berat, dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licin tersebut sebagai tanah longsor.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Erosi

Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya erosi air adalah :
1. Curah hujan
Sifat-sifat yang perlu diketahui adalah:
- Intensitas hujan: menunjukkan banyaknya curah hujan persatuan waktu.
Biasanya dinyatakan dalam mm/jam atau cm/jam.
- Jumlah hujan: menunjukkan banyaknya air hujan selama terjadi hujan, selama
satu bulan atau selama satu tahun dan sebagainya.
- Distribusi hujan: menunjukkan penyebaran waktu terjadinya hujan.

2. Sifat-sifat tanah
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah:
- Tekstur tanah: tanah dengan tekstur kasar seperti pasir adalah tahan terhadap erosi, karena butir-butir yang besar (kasar) tersebut memerlukan lebih banyak tenaga untuk mengangkut. Tekstur halus seperti liat, tahan terhadap erosi karena daya rekat yang kuat sehingga gumpalannya sukar dihancurkan. Tekstur tanah yang paling peka terhadap erosi adalah debu dan pasir sangat
halus. Oleh karena itu makin tinggi kandungan debu dalam tanah, maka tanah menjadi makin peka terhadap erosi.
- Bentuk dan kemantapan stuktur tanah
Bentuk struktur tanah yang membulat (granuler, remah, gumpal membulat) menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap ke dalam tanah, dan aliran permukaan menjadi kecil, sehingga erosi juga kecil. Struktur tanah yang mantap tidak akan mudah hancur oleh pukulan27
pukulan air hujan, akan tahan terhadap erosi. Sebaliknya struktur tanah yang tidak mantap, sangat mudah oleh pukulan air hujan, menjadi butir-butir halus sehingga menutup pori-pori tanah. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran permukaan meningkat yang berarti erosi juga akan meningkat.
- Daya infiltrasi tanah
Apabila daya infiltrasi tanah besar, berarti air mudah meresap ke dalam tanah, sehingga aliran permukaan kecil dan erosi juga kecil.
- Kandungan bahan organik
Kandungan bahan organik menentukan kepekaan tanah terhadap erosi karena bahan organik mempengaruhi kemantapan struktur tanah. Tanah yang mantap tahan terhadap erosi.

3. Lereng
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin panjang. Apabila lereng makin curam maka kecepatan aliran permukaan meningkat sehingga kekuatan mengangkut meningkat pula. Lereng yang semakin panjang menyebabkan volume air yang mengalir menjadi semakin besar.

4. Vegetasi (tumbuhan)
Pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah:
- Menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung di permukaan tanah, sehingga
kekuatan untuk menghancurkan tanah dapat dikurangi.
- Menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air infiltrasi.
- Penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi (penguapan) melalui
vegetasi.
Hutan paling efektif dalam mencegah erosi karena daun-daunnya dan rumputnya rapat. Untuk pencegahan erosi paling sedikit 70% tanah harus tertutup vegetasi.

5. Manusia
Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diubah oleh manusia menjadi lebih baik atau buruk. Pembuatan teras-teras pada tanah berlereng curam merupakan pengaruh baik manusia, karena dapat mengurangi erosi. Sebaliknya penggundulan hutan di daerah pegunungan merupakan pengaruh yang jelek
karena dapat menyebabkan erosi dan banjir.

PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI ( SADARI )

|
Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan perempuan sejak berusia 20 tahun. Karena dengan melakukan pemeriksaan dini inilah, kanker payudara bisa dicegah dari risiko yang lebih tinggi. Akan lebih mudah bila Anda melakukan pemeriksaan payudara sendiri sehabis mandi. Gerakan meraba atau memijat lembut lebih mudah karena masih adanya sabun yang menempel di kulit, kata ahli onkologi caranya adalah sebagai berikut:
 
1. Perhatikan payudara dengan seksama, lihat apakah ada kelainan ataukah normal saja. Caranya ada dua, pertama dengan mengangkat kedua tangan Anda hingga di atas kepala. Kedua, letakkan kedua tangan Anda di pinggang. Cara ini bisa membantu Anda mengenali payudara. Apakah ada perubahan bentuk atau payudara tidak simetris. Anda juga bisa melihat apakah terdapat kerutan pada payudara, kulit berubah seperti kulit jeruk. Jika menemukan tanda ini sebaiknya segera periksa ke dokter.

2. Angkat lengan kiri ke atas kepala untuk melakukan pijatan lembut pada payudara. Gunakan permukaan jari yang rata untuk mengurut payudara. Pastikan untuk menyentuh seluruh bagian payudara. Gunakan pola yang sama setiap bulannya. Meraba, menekan, atau memijat lembut payudara membantu Anda mengetahui apakah ada benjolan atau tidak. Meski tidak semua benjolan adalah kanker, tetap saja, Anda perlu segera periksakan ke dokter untuk mendiagnosa dan mendapatkan penangangan yang lebih tepat.

3. Pemeriksaan payudara sendiri bisa dilakukan dengan tiga gerakan pijatan. Pertama gerakan arah berputar dengan menyentuh seluruh bagian payudara. Raba payudara dengan gerakan memutar seperti mengelilingi area puting. Gerakan kedua, lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara sistematis, dengan arah naik dan turun. Pastikan seluruh bagianpayudara tersentuh, baik bagian pinggir dan tengahnya. Ketiga, lakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan gerakan arah keluar dan masuk di setiap bagian payudara.

4. Periksa juga puting Anda dengan menekannya lembut. Pastikan apakah ada cairan yang keluar. Jika puting menjadi lunak, mengeluarkan darah atau cairan, ini pertanda agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu ada juga tanda lain seperti puting bersisik, memerah, dan bengkak.


5. Pemeriksaan payudara sendiri juga bisa dilakukan dengan berbaring. Caranya periksa daerah antara payudara dan ketiak, serta daerah antara payudara dan tulang dada, sambil berbaring. Ulangi semua langkah 3 di atas (gerakan meraba, memijat, dan menekan lembut) untuk payudara sebelah kanan. Waspadai benjolan di sekitar ketiak.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Jadi, lakukanlah secara rutin setiap bulan. Jika Anda menemukan adanya benjolan permanen, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter, demi penanganan lebih dini dan lebih tepat untuk mencegah kankerpayudara

JENIS-JENIS PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)


1. ULKUS MOLE (Chancroid)
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain: Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri; Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening dilipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri.

Komplikasi yang mungkin terjadi: kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaan Gram dan Biakan agar selama seminggu.

2. KLAMIDIA
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.

Gejala yang ditimbulkan: Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual.

Komplikasi yang mungkin terjadi: Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV.
Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

3. TRIKONOMIASIS
Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis.
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain: Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman.

Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

4. SKABIES (GUDIG)
Merupakan penyakit menular yang salah satu bentuk penularannya adalah lewat kontak seks, selain kontak secara langsung, misalnya pemakaian selimut, handuk dll.

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis parasit yang disebut Sarcopfes scbiei, dengan gejala klinik antara lain:
Gatal pada malam hari
Terdapat di sela jari, lipat siku, ketiak, daerah ujung kelamin dll
Merupakan infeksi di lingkungan keluarga.
Tanda pasti dari penyakit ini adalah ditemukannya kutu Sarcoples pada pemeriksaan secara mikrokopis.

5. SIFILIS - RAJA SINGA.
Sifilis merupakan salah satu jenis PMS yang klasik (karena sudah ada sejak lama) sering disebut Raja Singa atau Lues.

Kuman penyebabnya disebut: Treponema pallidum.

Masa inkubasi: tanpa gejala berlangsung 3–13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6–12 minggu setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri tanpa disadari. 5–10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Komplikasi pada wanita hamil: dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental.

Pemeriksaan: tes laboratorium untuk mendeteksi RPR (Rapid Plasma Reagent) dan TPHA (Trepanema Palidum Hemagglutination Assay).

6. KONDILOMA AKUMINALA - KUTIL KELAMIN
Sering disebut juga dengan penyakit Jengger Ayam atau Brondong Jagung dan penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus yaitu : Humanus Papilloma Virus (HPV).

Penyakit ini menyerang pada usia 17-33 melalui kontak secara langsung. Gejala klinisnya antara lain:
Blintil-blintil kecil berkelompok menjadi besar
Pada laki-laki terdapat di ujung penis
Pada wanita terdapat di : vagina, Labim mayor, klitoris
Keluar cairan berwarna putih, cair dan gatal
Rasa nyeri dan panas pada saat bersenggama

7. HERPES GENITAL (HSV-2)
Penyakit Herpes atau dalam bahasa jawanya disebut 'dompo' disebabkan oleh sejenis virus yang disebut Herpes Virus Simpleks tipe 2, yang mempunyai ciri khas al :
Terutama mengenai daerah genital
berpotensi menjadi kanker.
berkaitan dengan aktifitas seksual seseorang.

Gejala klinis Herpes yaitu:
Gelembung-gelembung kecil berisi cairan, kemudian terkumpul menjadi satu dan membesar menjadi luka cukup besar di sekitar alat kelamin.
Penyakit ini bersifat kambuhan, terutama berkaitan dengan fsktor psikis dan emosional seseorang, contohnya pada saat menstruasi, dll.

8. GONORRHOE
Gonorrhe atau sering disebut GO (Kencing nanah) termasuk salah satu jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering di temukan kasusnya di Indonesia.

Diperkirakan terdapat lebih dari 150 juta kasus GO di dunia setiap tahunnya, dan ini membuktikan bahwa GO merupakan penyakit menular seks yang cukup berbahaya.

Kuman penyebabnya: Neisseria gonnorrhoeae.

Masa inkubasi atau penyebaran kuman: 2–10 hari setelah hubungan seks.

Tanda-tanda: nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin. Keluarnya cairan/ sekref kanfal seperti nanah dari alat kelamin, biasanya pada pria. Sementara diagnosa pada wanita sangat sulit.

Komplikasi yang timbul: infeksi radang panggunl, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan.
Pemeriksaan: pewarnaan gram dan biakan agar.

9. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Defisiency Syndrome) merupakan suatau bentuk sindromata atau kumpulan gejala yang terjadi akibat menurunan kekebalan tubuh serta drastis, dan virus penyebabnya adalah HIV atau Humanus Immunodeficiency Virus.

Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara darah, semen, sekref vagina, serta cairan-cairan tubuh yang lain. Sebagian besar (75%) penularan terjadi melalui hubungan kelamin. Infeksi oleh HIV memberikan gejala klinik yang tidak spesifik, mulai dari tanpa gejala pada stadium awal sampai gejala-gejala yang berat pada stadium yang lebih lanjut.

PENGERTIAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)


Penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya.

Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau melahirkan. Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko menularkan infeksi.